Pengelola Warkop Puncak Panatapan Rantauprapat Bantah Tudingan AMIN SUMUT Abaikan Protokol Kesehatan

Pengelola Warkop Puncak Panatapan Rantauprapat Bantah Tudingan AMIN SUMUT Abaikan Protokol Kesehatan
Sejumlah Pengunjung Warkop Gelas Batu 4 Puncak Panatapan Rantauprapat Memakai Masker

LABUHANBATU - Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Mahasiswa Islam Nusantara ( DPP AMIN SUMUT) akan menggelar demo menuntut pencabutan izin puncak wisata penatapan Rantauprapat karena diduga mengabaikan protokol kesehatan serta tidak mengikuti aturan pemerintah dalam rangka memutus mata rantai covid-19.

Sebagaimana surat yang beredar yang diperoleh awak media ini, demo tersebut akan dilangsungkan pada Senin 8 Maret 2021 pukul 10 : 00 Wib sampai selesai dengan sasaran aksi Gubernur Sumatera Utara, Mapolda Sumut, Posko Gugus Tugas Sumut.

Adapun alat aksi yang akan dipergunakan berupa Karton, Sound System/Toa, Bendera, Spanduk, Stattemen dengan prakiraan jumlah massa sebanyak 50 Orang.

Lampiran demo tersebut berdasarkan instruksi pemerintah atas Pandemi Corona Viruses 19 (Covid-19) untuk menggunakan standard penggunaan protokol kesehatan bagi pelaku usaha di Sumatera Utara.

Tuntutan tertulis yang disampaikan DPP AMIN SUMUT. Satu - Meminta GUBERNUR SUMUT melalui Kepala Dinas Pariwisata SUMUT untuk mencabut izin puncak wisata panatapan Rantauprapat karena diduga mengabaikan Protokol Kesehatan serta tidak mengikuti aturan pemerintah dalam rangka memutus mata rantai Covid-19.

Dua - Meminta Gugus tugas Covid-19 untuk mengawasi langsung standard Protokol Kesehatan puncak wisata panatapan Rantauprapat yang beralamat di jalan Manaf Lubis Kelurahan Padang Bulan Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu.

Tiga - Meminta KAPOLDA SUMUT untuk memberi sanksi hukum terhadap puncak wisata panatapan Rantauprapat yang diduga tidak mematuhi protokol kesehatan.

Empat - Meminta masyarakat Sumatera Utara untuk menghindari kerumunan massa terutama tempat wisata kuliner seperti puncak wisata panatapan Rantauprapat yang diduga tidak menerapkan protokol kesehatan.

Lima - Tutup puncak wisata panatapan Rantauprapat dan berikan sanksi tegas terhadap pengelola atau pemilik jika masih tetap mengabaikan instruksi pemerintah.

Dalam surat dimaksud tertera tandatangan beserta nama Assuryadi selaku koordinator lapangan dan Sahmusdar selaku koordinator aksi.

Atas tudingan yang disampaikan AMIN SUMUT yang akan mengelar aksinya di Kota Medan pengelola warkop gelas batu 4 puncak panatapan Rantauprapat kepada awak media ini saat dikonfirmasi menyampaikan bantahan atas tudingan tersebut.

Dalam bantahanya pengelola warkop gelas batu puncak panatapan Rantauprapat mengatakan "Panatapan itu bukan objek wisata, melainkan warung kopi atau warkop gelas batu puncak panatapan atau puncak panatapan itu adalah gelas batu cabang ke 4. Kalau dia wisata pasti pakai tiket masuk, ini kami tidak ada pakai tiket masuk, artinya kami bukan lokasi wisata.

"Tempat warkop gelas batu 4 puncak panatapan itu masih berada di lokasi area perumahan griya puncak permai, jika mereka sebutkan tempat kami adalah lokasi wisata itu sangat salah, tempat kami ini murni warkop and footcourt sebagaimana cabang-cabang warkop lainnya, " Jelas Amin Wahyudi selaku pengelola.

Amin Wahyudi mengungkapkan bahwa tempat warkop gelas batu ke 4 mempunyai kelebihan dari cabang warkop gelas batu lainnya, karena memiliki area pemandangan ke arah kota Rantauprapat.

Mengenai tudingan kami tidak taat protokol kesehatan itu tidak benar dan sangat salah besar, hendaknya mereka survei saja langsung ke lokasi warkop gelas batu puncak panatapan Rantauprapat.

Kami memiliki petugas yang senantiasa memeriksa pengunjung dipintu masuk, menerapkan wajib pakai masker, mengukur suhu tubuh pakai thermogun, apabila ada pelanggan yang suhu tubuhnya diatas 37 derajat maka akan kami larang masuk. Kami juga menyediakan 6 tempat cuci tangan serta memberi jarak aman antar meja minimal 2 meter agar prokes jaga jaraknya dapat terlihat. Selain itu, kami memiliki puluhan himbauan yang berisi kalimat jaga jarak, wajib pakai masker dan ayo cuci tangan.

Satu lagi tambah Amin Wahyudi "Kami tidak memiliki izin wisata, tapi kalau izin warkop kami ada, karena dari awal tempat itu memang dijadikan lokasi pusat warung kopi dan makanan. Warkop gelas batu 4 puncak panatapan itu sama seperti warung-warung kopi lainnya yang banyak tersebar di seluruh Kota Rantauprapat, Tegasnya.

Terpisah Ketua Umum DPP Aliansi Mahasiswa Islam Nusantara (AMIN) Sumatera Utara Safar Hasibuan dikonfirmasi awak media ini Senin (8/03/2021) sekira pukul 08 : 
21 Wib melalui selulernya mengatakan bahwa Aksi Demo hari ini tidak jadi gelar, tiga hari lalu sudah dikonfirmasi oleh koordinator aksi Sahmudar karena sudah dikalirifikasi. Saya lagi dikampung nih bang, Tandasnya.

Junaidi

Junaidi

Previous Article

Sebanyak 11 Ruko Di Kecamatan Kota Pinang...

Next Article

Keterangan Saksi, Kebakaran Ruko Di Kota...

Related Posts

Peringkat

Profle

Siswandi

Subhan Riyadi

Subhan Riyadi

Postingan Bulan ini: 57

Postingan Tahun ini: 348

Registered: Jan 23, 2021

Aleks Waine

Aleks Waine

Postingan Bulan ini: 20

Postingan Tahun ini: 45

Registered: Feb 26, 2021

Yudi Hutriwinata

Yudi Hutriwinata

Postingan Bulan ini: 10

Postingan Tahun ini: 74

Registered: Mar 31, 2021

Junaidi

Junaidi

Postingan Bulan ini: 8

Postingan Tahun ini: 138

Registered: Jan 24, 2021

Profle

Junaidi

Dandim Nabire: Saya Malu Ada Oknum TNI Yang Terlibat Dalam Masalah Ini
Gerbong Mutasi Pejabat Utama Polres Luwu Utara Kembali Bergulir. Ini Daftar Lengkapnya
Rumahnya Dilalui Pekerjaan Tanggul Sungai Masamba, Warga Lombok Harap Kompensasi
10 Hari Meninggalkan Rumah Sarun Ditemukan MD di Tengah Sawah

Follow Us

Recommended Posts

Masyarakat Tionghoa Labuhanbatu Bantu Warga Kurang Mampu Melalui Kodim 0209/LB
Sutarni Putra Asli Pasaman Peduli Kampung Halaman
Personel Koramil 07/AKB Bantu Perbaiki Jembatan Rambin Yang Putus Di Desa Silumajang Labura
Mobil Patroli Polsek Tuntungan Berada di Lokasi Judi
Lakukan Pungli, Kepala Desa Dianggap Tutup Mata oleh Sekdesnya